Bukankah setiap orang sudah dijamin rezekinya bahkan ketika
sebelum lahir kedunia dan pasti akan diberikan semua jatahnya sebelum kematian?
Jadi mengapa kita masih meragukan? Kita masih saja
mendewakan materi, pekerjaan gaji, dan hal dunia lainnya sampai kita
mengabaikan kewajiban kita untuk terus beribadah dan beramal sholeh.
Jadikan bekerja merupakan ibadah, yang harus tetap kita
lakukan dengan serius, sungguh-sungguh, professional, juga dibekali dengan ilmu
untuk pekerjaan kita. Kerja keras, berdedikasi, dan disiplin juga terus
dlaksanakan, karena tak ada ibadah yang main-main, termasuk bekerja.
Bekerja tidak dapat dijadikan alasan untuk menunda sholat,
puasa, dan ibadah lainnya. Serta sholat, puasa, dan yang lainnya juga tidak
dapat dijadikan alasan untuk tidak bekerja. Karena semuanya adalah ibadah, dan
tak ada pengingkaran ibadah yang satu untuk melaksanakan ibadah yang lainnnya,
namun kesemuanya saling mendukung agar menjadi ibadah yang membekas, yang bukan
hanya rutinitas namun merasuk sampai kepada karakter dan tindakan.
Dan bos kita bukan tuhan, jadi perlakukan sewajarnya,
hormati sebagai sesama manusia, perlakukan secara santun, ingatkan jika
terlupa, doakan jika salah, dan berani menolak untuk perintah yang tidak baik.
ingat rezeki itu dari Allah, pekerjaan dan bos kita hanya perantara yang Allah
titipi rezeki kita, jika mereka tidak baik, tinggalkan dan mintalah kepada
Allah pengganti perantara rezeki kita yang lebih baik. jangan kita menjadi
thagut bos ataupun semacamnya. Hal ini termasuk dalam berorganisasi,
berharokat, berpartai, dll jangan kita menjadi hamba pimpinan untuk mendapatkan
jabatan, atau hanya kepingan uang di jalanan.
Jadilah hamba yang merdeka, yang hanya menghamba kepada
Allah swt.
10 muharram 1438H
Jogja
10 muharram 1438H

Tidak ada komentar:
Posting Komentar