Cari Blog Ini

Senin, 22 Januari 2018

Tentang Rezeki

Bukankah setiap orang sudah dijamin rezekinya bahkan ketika sebelum lahir kedunia dan pasti akan diberikan semua jatahnya sebelum kematian?
Jadi mengapa kita masih meragukan? Kita masih saja mendewakan materi, pekerjaan gaji, dan hal dunia lainnya sampai kita mengabaikan kewajiban kita untuk terus beribadah dan beramal sholeh.
Jadikan bekerja merupakan ibadah, yang harus tetap kita lakukan dengan serius, sungguh-sungguh, professional, juga dibekali dengan ilmu untuk pekerjaan kita. Kerja keras, berdedikasi, dan disiplin juga terus dlaksanakan, karena tak ada ibadah yang main-main, termasuk bekerja.
Bekerja tidak dapat dijadikan alasan untuk menunda sholat, puasa, dan ibadah lainnya. Serta sholat, puasa, dan yang lainnya juga tidak dapat dijadikan alasan untuk tidak bekerja. Karena semuanya adalah ibadah, dan tak ada pengingkaran ibadah yang satu untuk melaksanakan ibadah yang lainnnya, namun kesemuanya saling mendukung agar menjadi ibadah yang membekas, yang bukan hanya rutinitas namun merasuk sampai kepada karakter dan tindakan.
Dan bos kita bukan tuhan, jadi perlakukan sewajarnya, hormati sebagai sesama manusia, perlakukan secara santun, ingatkan jika terlupa, doakan jika salah, dan berani menolak untuk perintah yang tidak baik. ingat rezeki itu dari Allah, pekerjaan dan bos kita hanya perantara yang Allah titipi rezeki kita, jika mereka tidak baik, tinggalkan dan mintalah kepada Allah pengganti perantara rezeki kita yang lebih baik. jangan kita menjadi thagut bos ataupun semacamnya. Hal ini termasuk dalam berorganisasi, berharokat, berpartai, dll jangan kita menjadi hamba pimpinan untuk mendapatkan jabatan, atau hanya kepingan uang di jalanan.
Jadilah hamba yang merdeka, yang hanya menghamba kepada Allah swt.



10 muharram 1438H
Jogja

Tidak ada komentar: