Cari Blog Ini

Senin, 25 Juni 2018

iqro 6



Selanjutnya kita sharing iqro 6 yaa

Pokok- pokok pelajaran iqro 6 adalah
a.       Cara membaca nun sukun atau tanwin bertemu huruf-huruf idghom bighunnah (halaman 3)
b.      Cara membaca nun sukun atau tanwin bertemu huruf iqlab (halaman 9)
c.       Cara membaca nun sukun atau tanwin bertemu huruf-huruf ikhfa’ (halaman 13)
d.      Cara membaca dan pengenalan tanda-tanda waqof (halaman 21)
e.      Cara membaca waqof pada beberapa huruf/kata yang musykilat (halaman 24, 25, 26)
f.        Cara membaca huruf-huruf dalam fawatihussuwar (halaman 28)
Jilid 6 ini dirurup dengan pesan-pesan penting penyusun berupa kriteria seorang anak lulus dari IQRO’ dan kemudian bisa melanjutkan tadarus Al Qur’an dari juz pertama (bukan juz 30). Dan apabila mengajarkan buku IQRO’ sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang ada, dapat dipastikan anak telah mampu membaca Al Qur’an dengan benar walaupun pelan.

iqro 5



Selanjutnya kita sharing jilid 5 yaa

Isi materi jilid 5 ini sudah semakin kompleks, antara lain memperkenalkan:
a.       Cara membaca alif lam qomariyah (halaman 3)
b.      Cara membaca akhir ayat atau tanda waqof (halaman 5)
c.       Cara membaca mad far’I (halaman 11)
d.      Cara membaca alif lam syamsiyah (halaman 14)
e.      Cara membaca nun sukun/tanwin bertemu huruf-huruf idghom bighunnah (halaman 13)
f.        Cara membaca lam dalam lafdz jalalah (halaman 24)
g.       Cara membaca nun sukun/tanwin bertemu huruf-huruf idghom bilaghunnah (halaman 26).
Satu hal yang perlu dicatat bahwa walaupun dalam jilid 5 ini sudah mengandung bacaan-bacaan tajwid, namun belum diperkenankan memperkenalkan nama-nama atau istilah istilah yang digunakan dalam ilmu tajwid. Sehingga pon pentingnya agar anak bisa terlatih membaca dengan benar dulu.
Sekian sharing kita tentang jilid 5 yaa

iqro 4



Selanjutnya kita bahas iqro 4 yaa

Pembelajaran jilid 4 diawali dengan bacaan fathah tanwin (halaman 3), kasroh tanwin (halaman 5), dhommah tanwin (halaman 6), bunyi huruf layin atau huruf berharokat fathah yang diikuti ya’ sukun dan wawu sukun (halaman 9), mim sukun (halaman 13), nun sukun (halaman 16), qolqolah (halaman 18) dan huruf-huruf hijaiyah lainnya berharokat sukun (halaman 19). Pada jilid 4 ini anak sudah diperkenalkan dengan semua nama-nama huruf hijaiyah asli dan nama-nama tanda bacanya.

Didahulukannya bacaan huruf qolqolah dari huruf-huruf sukun lainnya agar anak sejak dini memahami bacaan qolqolah dan terbiasa dengan bacaan yang seharusnya dibaca qolqolah dengan baik.
Target dalam pembelajaran bacaan tanwin, nun sukun, dan mim sukun yang ada pada jilid 4 ini baru memperkanalkan bacaan idzhar. Sedangkan bacaan idghom, iqlab dan ikhfa’ belum dikenalkan.

Iqro 3



Selanjutnya kita akan bahas tentang iqro 3 yaa

Pada iqro 3, anak sudah dikenalkan dengan bacaan kasroh. Karena anak sudah mampu membedakan bentuk-bentuk huruf bersambung, maka pengenalan bacaan kasroh ini langsung huruf tunggal dan huruf sambung sekaligus.
Bacaan dhommah dikenalkan pada jilid 3 hal 16, setelah anak faham betul dengan bacaan kasroh dan fathah. Pada hal 19 diperkenalkan bacaan dhommah panjang karena diikuti wawu sukun. Disini anak bisa dikenalkan nama huruf "wawu" dan dhommah, baik dhommah biasa atau dhommah terbalik sebagai tanda panjang.
Dengan demikian ada 4 target baru yg tercantum dalam jilid 3, yaitu:
a. Anak mengenal bacaan kasroh, kasroh panjang karena diikuti ya' sukun dan kasroh panjang karena berdiri
b. Anak mengenal bacaan dhommah, dhommah panjang karena diikuti wawu sukun dan dhommah panjang karena dhommah terbalik
c. Anak sudah mengenal nama tanda baca fathah, kasroh, dhommah dan sukun
d. Anak mampu mengenal nama-nama huruf alif, ya' dan wawu
Sekian sharingnya untuk iqro 3.

Di perjalanan



Pernah engkau pergi bersama rombongan, namun berbeda kendaraan. Lantas di tengah perjalanan, engkau harus tertinggal karena terhenti lampu lalu lintas yang mendadak berwarna merah. Rombonganmu pun tetap melaju dan berlalu karena tak mengetahui engkau yang tertinggal dibelakang.

Lantas apa yang akan engkau lakukan? Tetap melanjutkan perjalanan dengan menerobos lampu, karena baru saja menyala merah lantaran takut tertinggal rombongan. Atau berhenti dan mengambil hp dan mengabarkan kalau kita tertinggal dan meminta yang lain menunggu.

Pilihanku, tidak keduanya.

Sejak awal akan memulai perjalanan kita memastikan terlibih dahulu tentang tempat tujuan serta rute perjalanan yang disepakati, sehingga saat tertinggal karena hal-hal yang tak tertuga pada perjalanan, kita masih dapat melanjutkan perjalanan sampai tempat tujuan. Tanpa harus khawatir dan terburu-buru, apalagi tanpa harus merepotkan orang lain untuk bersusah payah menunggu kita.
Yogyakarta, 27 Rajab 1439

Kenyamanan



Seringkali kita bersusah payah demi mendapatkan kenyamanan. Bahkan sering dengan pengorbanan yang luar biasa beratnya. Baik kenyamanan untuk mendapatkan pekerjaan, teman, maupun pasangan hidup.
Saat kita sudah mendapatkannya pun, kadang Allah masih menguji dengan menghadirkan hal-hal yang mengusik kenyamanan yang harus dengan susah payah kita perjuangkan kembali.

Mengapa? Mengapa sulit mendapatkan kenyamanan? Mengapa tidak bisa nyaman selamanya?
Karena Allah menyayangi kita, Dia menginginkan kita untuk terus bertumbuh, terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.

Karena hanya ketidaknyamanan yang menggerakan, yang bisa membuat orang untuk terus belajar, terus bertumbuh. Hingga akhirnya kita pun menyadari bahwa kenyamanan yang diperjuangkan bukanlah sebuah tujuan, melainkan sebuah proses.
Yogyakarta, 26 Rajab 1439