Alhamdulillah
sudah diberikan kesempatan untuk mengajar di Balai Litbang Pengajaran Al-Qur’an Team tadarus Angkatan Masjid dan
Mushola Yogyakarta. Kesempatan yang
sejatinya merupakan salah satu jawaban atas doa saya agar bisa memperbaiki
kualitas bacaan saya. Karena Alhamdulillah kami selain mengajar iqro untuk
anak-anak, kami juga diberikan pengajaran dan pembinaan rutin guna memperbaiki
kemampuan bacaan al-Qur’an kami. Dan jangan ditanya, gimana saya saat masuk.
Masya Allah maluuuu banget, ternyata bacaan saya masih sangaaaaaat jauuuh dari
benar. Bahkan sampai pengajar saya hafal dengan kesulitan saya. mulai dari
panjang-pendek bacaan yang belum tepat, makrorijul huruf bahkan tajwidnya masih
kacau balau. Apalagi bacaan murotal saya sangaaaaaaat minus. Namun
Alhamdulillah saya disini dibersamai dengan teman-teman dan guru yang selalu
menyemangati dan pantang menyerah untuk mengajari saya.
Diantara
guru-guru terbaik saya adalah para santri. Dengan kepolosan dan kejujuran
mereka yang selalu mengingatkan. Pernah suatu ketika saat kondisi kelas agak
riuh, dengan nada lebih tinggi dari biasanya saya berusaha menenangkan. Namun
ada salah seorang santri yang memegang tangan saya, dan berbisik pelan.
“Bu linaf, laa
taghob walakal jannah (jangan marah maka bagimu surga)” katanya
Nyesss, adem dan
maluuuuu rasanya, mendengar kalimat tersebut. Serasa ada hujan lebat yang
tiba-tiba turun. Alhamdulillah ya Allah engkau ingatkan dengan cara yang sangat
indah. Dan masih banyak lagi kejadian lainnya yang insyaa Allah akan saya
sampaikan dalam tulisan berikutnya.
Jogja, 12 jumadil awal 1439 H
Tidak ada komentar:
Posting Komentar