Indonesia
Tanah airku tercinta
subur, makmur, kaya, sejahtera
Maafkan kami yang tak banyak berbuat
Namun tak henti-henti tuk mencela
Padahal engkau tetap saja member hasil bumi dan
segala rupa,
kepada kami penjajahmu semua
Indonesia tanah airku
Yang mengayomi
Maafkan kami yang slalu menuntut damai
Namun kami tak henti-hentinya berulah, bikin onar,
dan kerusuhan
Membuat kebisingan, saling tuding tak henti
Saling fitnah, tak mau salah sendiri
Indonesia tanah airku
Tanah yang andhap asor
maafkan kami yang menginginkan citra santun dan
ramahmu bagi mereka
namun kami tak henti-hentinya berucap sumpah serapah
saling menghujat
Saling caci dan memaki
Indonesia tanah airku
Tanah yang kaya raya
Maafkan kami yang menginginkanmu menjadi surga kami
Namun kami masih serakah
untuk menghabiskan semua kekayaanmu
untuk memperkaya diri kami sendiri
***
Indonesia bukan sekedar nama, dan tak
akan ada apa-apanya saat hanya nama. Tak
kan bisa bergerak tanpa awak, tak akan bisa memberi jika sendiri, tak kan bisa
menjadi seperti yang kita minta, tanpa bantuan dan kerja kita.
Sudah tak patut lagi saling menyalahkan,
saling tuding tugas siapa, tanggung jawab siapa, wewenang siapa. Tapi sekarang
saatnyalah kita bangkit bersama, mengambil peran masing-masing untuk perbaikan
dan menambah kebermanfaatan.
Berhentilah
menghujat, karena kita pun bukan malaikat.
Saatnya
berbuat dan terus member manfaat.
Bogor, 3 November 2014
Linaf Listarif