Cari Blog Ini

Senin, 29 Januari 2018

mengenali tipe anak

Saat kita mengajar iqro’, kadang kita sering berpacu dengan halaman, maksudnya sebagai orangtua atau guru kadang mewajibkan anak-anak kita untuk bisa mengaji minimal satu halaman atau membiasakan mengaji satu halaman per hari. Padahal sebenarnya kemampuan pada masing-masing anak berbeda. Tidak ada yang lebih buruk satu sama lain, semua baik namun harus dengan cara mengajar yang tepat pada setiap kondisi anak.
                Dalam setiap jilid dalam iqro’ biasanya terdapat pokok-pokon bahasan tertentu. Dan dalam setiap halaman iqro’ meliputi materi baru baris awal, kemudian beberapa baris materi latihan dan materi pengayaan atau pengulangan materi pada halaman sebelumnya yang biasanya terletak pada baris terakhir.
                Karena hal tersebut, sehingga pengajaran untuk beberapa tipe anak pun berbeda. Berikut penjabarannya menurut kami:
a.       Untuk tipe anak yang sangat cerdas
Untuk tipe anak yang sangat cerdas, yang dapat memahami materi baru, tidak semua pada baris latihan harus dibaca semua, namun cukup beberapa saja. Jika sudah dirasa mampu, maka bisa dilanjutkan untuk membaca halaman selanjutnya. Sehingga dalam setiap tatap muka, anak yang sangat cerdas dapat menyelesaikan beberapa halaman sekaligus.
b.      Untuk tipe anak yang cerdas
Untuk tipe anak yang cerdas, dan belum lancar, kita usahakan semua materi latihan dalam setiap halaman agar terbaca semua. Sehingga untuk anak tipe ini, dalam setiap tatap muka biasanya menyelesaikan satu halaman.
c.       Untuk tipe anak yang belum lancar
Untuk tipe anak yang belum lancar, dan kadang terlupa, pastikan agar anak memahami materi baru. Sehingga dalam setiap materi latihan diulang-ulang. Cara pengajarannya per kata/kalimat diulang-ulang dulu baru paham dan benar baru dilanjutkan kata yang lain. Sehingga tipe anak ini menyelesaikan satu halaman dalam beberapa kali tatap muka.
                Berikut dulu ya untuk permulaan kita mengenali anak-anak agar mempermudah kita cara pengajaran yang tepat ya bun.

Jogja 26 januari 2018

Tidak ada komentar: