Cari Blog Ini

Minggu, 16 November 2014

Ini Alternatif Penggunaan kata “Jangan”

Orang tua sebaiknya menghindari penggunan kata jangan.  Menurut para ahli kata “jangan” dapat membuat anak ragu melangkah.
Menurut Rudicahyo yang merupakan Dosen di Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, ini alasan kenapa kata ‘JANGAN’ harus dihindari penggunaannya.alasanjanganthum
Simak penjelasan Alasan kata jangan harus dihindari lebih lanjut, Alasan Jangan pada anak
Jadi apa sebaiknya yang harus kita ucapkan? Berikut beberapa alternatifnya.
alternatifkatajanganlenkap

Rabu, 05 November 2014

Maafkan Kami Indonesia


Indonesia
Tanah airku tercinta
subur, makmur, kaya, sejahtera
Maafkan kami yang tak banyak berbuat
Namun tak henti-henti tuk mencela
Padahal engkau tetap saja member hasil bumi dan segala rupa,
kepada kami penjajahmu semua

Indonesia tanah airku
Yang mengayomi
Maafkan kami yang slalu menuntut damai
Namun kami tak henti-hentinya berulah, bikin onar, dan kerusuhan
Membuat kebisingan, saling tuding tak henti
Saling fitnah, tak mau salah sendiri

Indonesia tanah airku
Tanah yang andhap asor
maafkan kami yang menginginkan citra santun dan ramahmu bagi mereka
namun kami tak henti-hentinya berucap sumpah serapah
saling menghujat
Saling caci dan memaki

Indonesia tanah airku
Tanah yang kaya raya
Maafkan kami yang menginginkanmu menjadi surga kami
Namun kami masih serakah
untuk menghabiskan semua kekayaanmu
untuk memperkaya diri kami sendiri

***
Indonesia bukan sekedar nama, dan tak akan ada apa-apanya saat hanya nama.  Tak kan bisa bergerak tanpa awak, tak akan bisa memberi jika sendiri, tak kan bisa menjadi seperti yang kita minta, tanpa bantuan dan kerja kita.
Sudah tak patut lagi saling menyalahkan, saling tuding tugas siapa, tanggung jawab siapa, wewenang siapa. Tapi sekarang saatnyalah kita bangkit bersama, mengambil peran masing-masing untuk perbaikan dan menambah kebermanfaatan.

Berhentilah menghujat, karena kita pun bukan malaikat.
Saatnya berbuat dan terus member manfaat.

Bogor, 3 November 2014
Linaf Listarif




Selasa, 04 November 2014

puisi Tanah Surga


Tanah surga
Oleh salman (dalam film tanah surga…. Katanya)

Bukan lautan hanya kolam susu
Katanya
Tapi Kata kakekku, hanya orang-orang kaya yang bisa minum susu

Kail dan jala cukup menghidupimu
Katanya
Tapi kata kakekku, ikan-ikan kita yang dicuri oleh banyak Negara

Tiada badai tiada topan kau temui
Katanya
Tapi kenapa ayahku tertiup angin ke Malaysia

Ikan dan udang menghampiri dirimu
Katanya
Tapi kata kakek, awas ada udang dibalik batu

Orang bilang tanah kita tanah surga Tongkat batu dan kayu jadi tanaman
Katanya
Tapi kata dokter intel, belum semua rakyat Indonesia sejahtera banyak pejabat yang menjual batu dan kayu untuk membangun surganya sendiri



Minggu, 02 November 2014

Tips Pendederan Gurameh di kolam terpal

Tips mendeder gurame dikolam terpal
1. BERSIHKAN KOLAM
Bersihkan kolam air dari kotoran dan hama ikan gurame, seperti anak capung, lumut, ikan jenis lain. Usahakn benar-benar steril.
2. KONTROL SALURAN AIR
Periksa inlet(saluran masuk air), outlet(saluran keluar air), dan dinding kolam. Pastikan tidak bocor.
3. MENGISI AIR KOLAM
Gunakan air bersih untuk mengairi kolam, endapkan dua sampai tiga hari untuk menetralkan PH dan zat besi
4. PEMILAHAN BENIH
Pilih benih gurame sehat dan lincah, Gurame umur 10 hari sudah siap dipelihara dikolam terpal.
5. KONTROL KEPADATAN
Perhatikan kepadatan ikan, diukur dari ukuran ikan dan lebar kolam. Semakin padat, ikan akan semakin lambat pertumbuhannya.
6. LAKUKAN PEMINDAHAN
Lakukan pemindahan ikan setiap sebulan sekali, atau maksimal 1,5 bulan untuk menghindari kematian karena penumpukan amoniak dalam air
7. SIAPKAN TEMPAT BERTEDUH
Tenggelamkan paralon bekas atau genting bekas untuk berteduh dan tempat bersembunyi ikan. Hal ini juga bisa untuk mempermudah menangkap ikan saat panen.
8. JANGAN BERIKAN DAUN SENTE
Ikan gurame kecil tidak perlu dikasih makanan daun sente, zat yang dikeluarkan daun sente didalam kolam terpal jika terlalu banyak, akan membuat ikan gurame kecil mati.
9. KONTROL PAKAN
Usahakan jangan berlebihan memberi makan pelet, karena jika tidak termakan akan bertumpuk dan menimbulkan amoniak.
Demikian tipsnya, semoga bermanfaat. Kita bangun bersama indonesia

sumber:
https://www.facebook.com/profile.php?id=100007506105062&fref=photo

Visualisasi Mimpi

inilah mimpiku,
semoga dapat barokah dan membarokahkan lebih banyak makhluk lagi

link: https://www.youtube.com/watch?v=bXA4vEQGRTs

Budidaya Tanaman kangkung Darat


Video budidaya kangkung dapat dilihat juga dalam tautan berikut 
http://www.youtube.com/watch?v=k6HPMIbm6W0

Rabu, 29 Oktober 2014

UGM merupakan kampus yang majemuk, kompleks, baik dari karakter mahasiswanya, corak budayanya, pemikirannya, maupun gerakan dan organisasi yang berkembang di dalamnya. Keadaan ini dibutuhkan berbagai perlakuan yang berbeda-beda berdasarkan karakteristiknya dalam mewujudkan terimplemetasinya nilai-nilai islam dalam lingkungan kampus UGM ini. Perbedaan perlakuan ini juga membutuhkan berbagai tahapan yang berbeda dalam menyikapi kondisi ini.
Da’wah kampus bukan hanya membuat kegiatan keislaman dengan berpusat di masjid saja, apapun kegiatan kita dapat digunakan untuk sarana da’wah kampus. Dunia kampus yang dipenuhi dengan berbagai karakter masyarakat di dalamnya. Masyarakat kampus yang terutama dinamisnya sikap mahasiswa menuntut adanya suatu wadah untuk menjaring sikap kritis dan progresif. Media penyaluran inspirasi dan kontribusi nyata mahasiswa dalam perbaikan dan control social masyarakat. Kampus yang di dalamnya terdiri dari berabagai agama dan keyakinan membuat sangat dibutuhkannya sarana untuk senantiasa sebagai media penguatan aqidah dan untuk optimalisasi fungsi pelayanan dan syiar keislaman kepada seluruh masyarakat kampus. Dunia kampus yang merupakan tempatnya para intelektual muda untuk senantiasa memberikan solusi untuk problematika masyarakat. Dan fungsi mahasiswa yang berperan dalam mewujudkan ketahanan Negara dan pengentasan kemiskinan.
                Begitu banyaknya peran kampus yang dapat kita optimalkan dalam proses da’wah kampus, semakin menuntut kreatifitas kita dalam membuat inovasi dan membaca celah peluang ekspansi da’wah kampus.
                Sebagai seorang mahasiswa, dan penggerak da’wah segala kegiatan dan tingkah laku kita pasti tak akan lepas dari segala bentuk pemantauan dan perhatian masyarakat kampus. Keaktifan kita di kelas dan keseriusan kita dalam berbagai kegiatan akademik dapat digunakan sebagai salah satu sarana syiar kita, dan membuktikan bahwa kita bukan orang yang main-main dalam berjuang dalam da’wah, dengan bukti nyata pada tanggung jawab kita terhadap amanah akademik kita.
                Sikap disiplin dan jujur, merupakan sikap penting yang juga harus dimiliki seorang penggerak da’wah. Berusaha jujur akan kemampuan dan keterbatasan diri, dengan tidak mencontek dan titip tanda tangan, merupakan bukti nyata.
                Sebagai seorang akademisi dan penggerak da’wah yang senantiasa berinovasi, senantiasa membaca peluang-peluang untuk menambah kebermanfaatan diri dengan menambah ekspansi da’wah kita, dengan berusaha membumikan kalimat Allah dimana pun berada, tak luput seperti kantin, laboratorium, perpustakaan, bahkan tempat nongkrong.
                Dan yang terpenting dalam segala hal yang dilakukan untuk da’wah dimanapun berada, tak terkecuali da’wah kampus yaitu menjaga KEBAROKAHAN da’wah, baik berasal dari cara, maupn prosesnya. Tetap menjaga batasan-batasan syariah, merupakan hal semakin pudar dari para penggerak da’wah itu sendiri.
Perkembangan zaman yang semakin cepat, menuntut para penggerak da’wah pun dapat melakukan pengembangan dalam proses da’wah, dan hal ini tak kan luput dengan tuntutan untuk senantiasa penambahan dan penguatan kapasitas penggerak da’wah tersebut. Tradisi belajar dan mengajarkan yang harus senantiasa dijaga dan dioptimalkan untuk mencari solusi untuk permasalahan umat.
                Tarbiyah (pendidikan) adalah suatu proses yang menumbuhkan sesuatu setahap demi setahap hingga mencapai batas kesempurnaannya. Berdasarkan makna tumbuh dan berkembang tersebut, Abdurrahman Al-Bani mengambil empat unsure penting dalam pendidikan
1.       Menjaga dan memelihara fitrah objek didik
2.       Mengembangkan bakat dan potensi objek didik sesuai dengan kekhasan masing-masing
3.       Mengarahkan potensi dan bakat tersebut agar mencapai kebaikan dan kesempurnaan, dan
4.       Dilakukan secara bertahap
Proses pendidikan yang membutuhkan waktu tidak cepat, membutuhkan energi yang tidak sedikit dan membutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Kita perlu refleksi sejenak, tentang sudahkah kita tarbiyah?
1.       Kita sudah tarbiyah jika kita terbuka terhadap perubahan
2.       Kita sudah tarbiyah jika mampu bersikap tegas dan menghindarkan diri dari sikap agresif
3.       Kita sudah tarbiyah jika kita menjadi pribadi yang proaktif
4.       Kita sudah tarbiyah jika menjadi pribadi yang memiliki sikap mawas diri
5.       Kita sudah tarbiyah jika menjadi pribadi yang mandiri
6.       Kita sudah tarbiyah jika kita adalah sosok yang berperasaan, tetapi tidak emosional
7.       Kita sudah tarbiyah jika kita sanggup belajar dari kesalahan
8.       Kita sudah tarbiyah jika hidup di masa sekarang, bersikap realistis, dan berpikir relatif
Suatu hal yang berperan penting dalam banyak hal adalah orientasi, termasuk juga dalam tarbiyah. Orientasi menentukan seberapa ‘nilai’ diri kita hari ini dan bahkan menentukan seberapa jauh kita akan beranjak dari titik dimana kita berada hari ini. Bagaimana dan kemana seorang kader akan bergerak dengan tarbiyah, sebagiannya ditentukan oleh orientasinya terhadap tarbiyah pada hari ini.
Orientasi kita hari ini berpengaruh pada isi atau value kita hari ini dan Orientasi kita hari ini berpengaruh pada masa depan kita.
Sebuah kegagalan jika orientasi kita didominasi oleh sebagian dan mengabaikan sebagian yang lain. Karena, jika dominasi dipegang oleh pihak yang agak aktif maka kelompok agak aktif akan mendefinisikan pihak-pihak yang cukup aktif sebagai tidak aktif dan mendefinisikan kelompok aktif sebagai terlalu aktif. Demikian pula akan terjadi hal yang sama jika dominasi terjadi oleh pihak yang lain.
Orientasi menuntut keterlibatan segenap kita pada pembentukan orientasi itu sendiri. Pada hal yang bersifat orientasi, kita semua semestinya ikut terlibat secara aktif. Pengingkaran dan pengabaian sebagian pada sebagian yang lainnya dalam sebuah komunitas akan berakibat pada tidak utuhnya orientasi kita terhadap sesuatu. Keterlibatan secara massif menjadi penting. Mulai sekarang tampaknya kita harus belajar mempertajam pemahaman mengenai berbagai perbedaan. Karena keberhasilan adalah fungsi dari pembelajaran.

BUFFALO AS A CANDIDATE FOR MILK PRODUCTION: STUDY RURAL FARM PERFORMANCE IN CENTRAL JAVA AND SPECIAL REGION OF YOGYAKARTA


ABSTRACT
BUFFALO AS A CANDIDATE FOR MILK PRODUCTION: STUDY RURAL FARM PERFORMANCE IN CENTRAL JAVA AND SPECIAL REGION OF YOGYAKARTA

Tridjoko Wisnu Murti1 and Linaf Listarif1
1Faculty of Animal Science, Gadjah Mada University, Jl. Agro-Karangmalang I, Yogyakarta 55281, Indonesia

            In Indonesia, almost totally milk produced of dairy cattle of FH breed (black-white spot) due still ignore other types of dairy animals. This study aims to examine the buffalo potential as a candidate for milk production by studying rural farm performance in central Java and special region of Yogyakarta. This research used multiphase sampling method with primary data and secondary data. The data were analyzed with descriptive analysis. The result showed that population of buffaloes in 2012 is 1.438.294 head, almost buffaloes reared are swamp buffaloes. The respondents have primary jobs as farmers (78,79%), and using buffalo to plow rice fields (48.48%) as well as saving (51,51%). Some farmers (28,59%) knowing buffalo can be milked and yielding of milk, but still failing milking for lack of knowledge and education farmers. Performance of buffaloes farming that controlled are buffaloes stall, reproduction and feed. Two type buffaloes stall are used, individual and group stall with the size 4 m2/head. Buffalo’s reproduction performance showed that S/C is 1.76 and age of first time foal are 3.98 years old. Nutritional value of feed given as did not meet the nutritional needs for feed buffaloes. Buffalo has a high economic value for farmers with an average savings of Rp 25.941.176/farmers. The potential development of dairy cattle Buffalo, will help enhance the economic value of the breeder. Material milk solids buffalo (17,1 %), higher than dairy cattle (12.69 %), of valuable more expensive than the dairy cattle for each tail.The buffalo as of ruminants potentially as a candidate milk-producing, but there are still some problems to make it.

Keywords: buffalo, potential, milk production, rural farmer performance