Cari Blog Ini

Senin, 21 Oktober 2013

mencoba memaknai hari

UGM merupakan kampus yang majemuk, kompleks, baik dari karakter mahasiswanya, corak budayanya, pemikirannya, maupun gerakan dan organisasi yang berkembang di dalamnya. Keadaan ini dibutuhkan berbagai perlakuan yang berbeda-beda berdasarkan karakteristiknya dalam mewujudkan terimplemetasinya nilai-nilai islam dalam lingkungan kampus UGM ini. Perbedaan perlakuan ini juga membutuhkan berbagai tahapan yang berbeda dalam menyikapi kondisi ini.
Da’wah kampus bukan hanya membuat kegiatan keislaman dengan berpusat di masjid saja, apapun kegiatan kita dapat digunakan untuk sarana da’wah kampus. Dunia kampus yang dipenuhi dengan berbagai karakter masyarakat di dalamnya. Masyarakat kampus yang terutama dinamisnya sikap mahasiswa menuntut adanya suatu wadah untuk menjaring sikap kritis dan progresif. Media penyaluran inspirasi dan kontribusi nyata mahasiswa dalam perbaikan dan control social masyarakat. Kampus yang di dalamnya terdiri dari berabagai agama dan keyakinan membuat sangat dibutuhkannya sarana untuk senantiasa sebagai media penguatan aqidah dan untuk optimalisasi fungsi pelayanan dan syiar keislaman kepada seluruh masyarakat kampus. Dunia kampus yang merupakan tempatnya para intelektual muda untuk senantiasa memberikan solusi untuk problematika masyarakat. Dan fungsi mahasiswa yang berperan dalam mewujudkan ketahanan Negara dan pengentasan kemiskinan.
                Begitu banyaknya peran kampus yang dapat kita optimalkan dalam proses da’wah kampus, semakin menuntut kreatifitas kita dalam membuat inovasi dan membaca celah peluang ekspansi da’wah kampus.
                Sebagai seorang mahasiswa, dan penggerak da’wah segala kegiatan dan tingkah laku kita pasti tak akan lepas dari segala bentuk pemantauan dan perhatian masyarakat kampus. Keaktifan kita di kelas dan keseriusan kita dalam berbagai kegiatan akademik dapat digunakan sebagai salah satu sarana syiar kita, dan membuktikan bahwa kita bukan orang yang main-main dalam berjuang dalam da’wah, dengan bukti nyata pada tanggung jawab kita terhadap amanah akademik kita.
                Sikap disiplin dan jujur, merupakan sikap penting yang juga harus dimiliki seorang penggerak da’wah. Berusaha jujur akan kemampuan dan keterbatasan diri, dengan tidak mencontek dan titip tanda tangan, merupakan bukti nyata.
                Sebagai seorang akademisi dan penggerak da’wah yang senantiasa berinovasi, senantiasa membaca peluang-peluang untuk menambah kebermanfaatan diri dengan menambah ekspansi da’wah kita, dengan berusaha membumikan kalimat Allah dimana pun berada, tak luput seperti kantin, laboratorium, perpustakaan, bahkan tempat nongkrong.
                Dan yang terpenting dalam segala hal yang dilakukan untuk da’wah dimanapun berada, tak terkecuali da’wah kampus yaitu menjaga KEBAROKAHAN da’wah, baik berasal dari cara, maupn prosesnya. Tetap menjaga batasan-batasan syariah, merupakan hal semakin pudar dari para penggerak da’wah itu sendiri.
Perkembangan zaman yang semakin cepat, menuntut para penggerak da’wah pun dapat melakukan pengembangan dalam proses da’wah, dan hal ini tak kan luput dengan tuntutan untuk senantiasa penambahan dan penguatan kapasitas penggerak da’wah tersebut. Tradisi belajar dan mengajarkan yang harus senantiasa dijaga dan dioptimalkan untuk mencari solusi untuk permasalahan umat.
                Tarbiyah (pendidikan) adalah suatu proses yang menumbuhkan sesuatu setahap demi setahap hingga mencapai batas kesempurnaannya. Berdasarkan makna tumbuh dan berkembang tersebut, Abdurrahman Al-Bani mengambil empat unsure penting dalam pendidikan
1.       Menjaga dan memelihara fitrah objek didik
2.       Mengembangkan bakat dan potensi objek didik sesuai dengan kekhasan masing-masing
3.       Mengarahkan potensi dan bakat tersebut agar mencapai kebaikan dan kesempurnaan, dan
4.       Dilakukan secara bertahap
Proses pendidikan yang membutuhkan waktu tidak cepat, membutuhkan energi yang tidak sedikit dan membutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Kita perlu refleksi sejenak, tentang sudahkah kita tarbiyah?
1.       Kita sudah tarbiyah jika kita terbuka terhadap perubahan
2.       Kita sudah tarbiyah jika mampu bersikap tegas dan menghindarkan diri dari sikap agresif
3.       Kita sudah tarbiyah jika kita menjadi pribadi yang proaktif
4.       Kita sudah tarbiyah jika menjadi pribadi yang memiliki sikap mawas diri
5.       Kita sudah tarbiyah jika menjadi pribadi yang mandiri
6.       Kita sudah tarbiyah jika kita adalah sosok yang berperasaan, tetapi tidak emosional
7.       Kita sudah tarbiyah jika kita sanggup belajar dari kesalahan
8.       Kita sudah tarbiyah jika hidup di masa sekarang, bersikap realistis, dan berpikir relatif
Suatu hal yang berperan penting dalam banyak hal adalah orientasi, termasuk juga dalam tarbiyah. Orientasi menentukan seberapa ‘nilai’ diri kita hari ini dan bahkan menentukan seberapa jauh kita akan beranjak dari titik dimana kita berada hari ini. Bagaimana dan kemana seorang kader akan bergerak dengan tarbiyah, sebagiannya ditentukan oleh orientasinya terhadap tarbiyah pada hari ini.
Orientasi kita hari ini berpengaruh pada isi atau value kita hari ini dan Orientasi kita hari ini berpengaruh pada masa depan kita.
Sebuah kegagalan jika orientasi kita didominasi oleh sebagian dan mengabaikan sebagian yang lain. Karena, jika dominasi dipegang oleh pihak yang agak aktif maka kelompok agak aktif akan mendefinisikan pihak-pihak yang cukup aktif sebagai tidak aktif dan mendefinisikan kelompok aktif sebagai terlalu aktif. Demikian pula akan terjadi hal yang sama jika dominasi terjadi oleh pihak yang lain.
Orientasi menuntut keterlibatan segenap kita pada pembentukan orientasi itu sendiri. Pada hal yang bersifat orientasi, kita semua semestinya ikut terlibat secara aktif. Pengingkaran dan pengabaian sebagian pada sebagian yang lainnya dalam sebuah komunitas akan berakibat pada tidak utuhnya orientasi kita terhadap sesuatu. Keterlibatan secara massif menjadi penting. Mulai sekarang tampaknya kita harus belajar mempertajam pemahaman mengenai berbagai perbedaan. Karena keberhasilan adalah fungsi dari pembelajaran.

Cermin

Cermin
Banyak orang yang sangat mempercayaimu
Banyak orang yang dengan mudah kau perbudak, menjadi tidak bisa tampil yakin karena pantulan  wajah diri yang engkau pantulkan tidak sesuai keinginan
Banyak orang menjadi sangat mengagumi diri karena pantulanmu, sesuai yang dinanti diri
Banyak orang rela menghabiskan waktu berlama-lama memandangimu karena menyakini sosok yang engkau pantulkan sesuai dengan keadaan orang didepanmu


Cermin
Begitu banyak orang menjadi tergantung dengan sifat pantulanmu
Begitu banyak kenyamanan orang berubah karena melihat pantulanmu

Cermin
Tidakkah sadar mereka bahwa
Engkau pun hanya sebuah benda
Engkau sangat mudah kotor dengan hembusan debu yang beterbangan
Engkau sangat mudah rusak dan pecah, walaupun hanya sekali terjatuh
Engkau menjadi sangat menyakitkan jika pecah, dan pecahanmu tepat melukai jari yang akan membersihkanmu

Cermin
Ijinkanku bebas, bebas memilih dan melihat diriku
Ijinkanku merdeka, tanpa harus lagi terbudak olehmu
Ijinkanku  menjalani kenyamanan hidupku
Dan Tak kan menggantungkan diri pada pantulanmu, seindah apapun pantulan yang kau berikan

21 Oktober 2013

Rabu, 01 Mei 2013

Senandung Ukhuwah

Genggaman kekuatan ukhuwah
Diawal kita bersua
Mencoba untuk saling memahami
Keping-keping di hati terajut dg indah
Rasakan persaudaraan kita

Dan masa pun silih berganti
Ukhuwah dan amanah tertunaikan
Berpeluh suka dan duka
Kita jalani semua semata2 harapkan ridhonya

Sahabat tibalah masanya
Bersua pasti ada berpisah
Bila nanti kita nanti kita jauh berpisah
Jadikan rabithah pengikatnya dan doa ekspresi rindu
Semoga kita bersua di surga
***



teman-teman mungkin ini sepotong gambaran rinduku pada kalian.
Diawal kita yang masih sama-sama menyusun mimpi, menempa dan membekali kapasitas diri dengan berbagai amanah, yang dapat menambah atau kadang membuat kita menjadi lemah
tapi itulah proses
Sekarang, kita sudah sama-sama mengukir mimpi-mimpi kita tersebut menjadi langkah-langkah nyata
bukan lagi anak ingusan yang membuntut, tapi sudah menjadi pemimpin-pemimpin yang memberikan kontribusi nyata

bersama kita lewati masa hujan yang deras, yang bahkan disertai badai yang keras menerjang, tapi kini pelangi itu kini sudah mulai muncul memberikan keindahan warna bukti perjuangan
tapi perjuangan tidak hanya sampai disini kawan

masih banyak kerja-kerja kita yang menunggu kita, dengan cintayang mendalam dan tulus akan perjuangan yang kan menghadirkan harmoni perubahan menjadi kebaikan yang menawan

sejenak kita lantunkan sepenggal syair berikut


sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini tlah berpadu,
berhimpun dalam naungan cintamu,
bertemu dalam ketaatan,
bertemu dalam perjuangan,
menegakkan syariat dalam kehidupan
kuatkanlah ikatannya,
tegakknalah cintanya,
lindungilah jalan2nya,
terangilah dengan cahayamu yang tiada pernah padam

lapangkanlah dada kami dengan karunia iman,
dan indahnya tawakal padamu,
hidupkan dengna ma’rifatmu,
matikanlah dalam syahid di jalanmu,
engkaulah pelindung dan pembela

semoga kita dapat berjumpa di syurga-Nya kelak

-jatirejo, 1 Mei 2013-

Selasa, 05 Februari 2013

anak kecil itu itu

Anak kecil itu, saat melangkahkan kaki kecilnya menuju suatu dunia baru, dunia kampus, Universitas Gadjah mada, kampus yang begitu WAH dalam benaknya, yang tak pernah dilepas diimpikan setiap malam.
Anak itu, begitu bersuka cita, harapan berbagi prestasi akademik pun sudah ia tulis secara rapi, dan tergambarkan secara nyata tahapan pencapaiannya. Mulai dari lulus 3,5 tahun, ipk 4, menjadi asisten lab, dan berbagai mimpi-mimpi lainnya. Inilah mimpi awal anak itu, hanya prestasi akademik, dengan alasan yang biasa, agar mudah mendapatkan pekerjaan.
Waktu pun semakin berjalan, yang semakin mengenalkannya dengan dunia kampus, dunia yang tidak hanya memperkenalkannya dan mengijinkannya tentang masalah akademik saja, TIDAKKK….
Dunia ini mengenalkannya pada satu kata yang sangat bermakna, Keluarga, satu kata yang memberinya kenyamanan, kehangatan, dan yang terpenting ukhuwah islamiyah yang begitu lekat. Hal ini mengawali pengenalannya dengan dunia kampus yang lebih dalam, mengenal fungsi dan peran mahasiswa, yang ternyata bukan hanya masalah IPK, dan akademis, tetapi tentang kebermanfaatan mahasiswa untuk lingkungan sekitarnya, dalam berbagai bidang. Anak itu pun, semakin tertegun dengan firman Allah dalam surat Ali Imran: 110, dan menjadikannya moto hidup.
öNçGZä. uŽöyz >p¨Bé& ôMy_̍÷zé& Ĩ$¨Y=Ï9 tbrâßDù's? Å$rã÷èyJø9$$Î/ šcöqyg÷Ys?ur Ç`tã ̍x6ZßJø9$# tbqãZÏB÷sè?ur «!$$Î/ 3 öqs9ur šÆtB#uä ã@÷dr& É=»tGÅ6ø9$# tb%s3s9 #ZŽöyz Nßg©9 4 ãNßg÷ZÏiB šcqãYÏB÷sßJø9$# ãNèdçŽsYò2r&ur tbqà)Å¡»xÿø9$# ÇÊÊÉÈ
110. Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

Setelah itupun, setiap langkah yang dia ambil selalu yang memberikan kebermanfaatan ataupun yang mencegah terjadinya kemungkaran. Pilihannya ini tidak mudah, sebagai anak yang tinggal bersama orangtuanya di jogja ini, di bumi dakwah ini, dia dituntut juga untuk tetap memberikan perhatian, semangat, dan harapannya untuk keluarganya juga, selain dikampus. Tidak mudah, memang,. Untuk tetap memberikan semangat, dan selalu tampak ceria, bersemangat, dan tanpa beban saat tiba di rumah, walaupun dalam hati dan fikiran sangat banyak beban kampus yang harus dia selesaikan, saat yang lain bisa liburan ke kampung halamannya, dengan benar-benar birul walidain dan mengecas semangat, dia harus tetap tinggal dengan tetap menyelesaikan beberapa amanah teman-temannya, tapi itulah pilihannya, untuk tetap memilih jalan itu.
Rencana akademik, berulangkali harus diganti, dirubah dan disesuaikan dengan kebutuhan dakwah sangat sering dia alami, dan kembali ini pilihan yang berat, terutama ketika orangtuanya menanyakan hal tersebut.
Kenapa tidak kkn liburan antar semester 6?
insyaAllah ada amanah yang memberikan manfaat lebih banyak bu, dan kan di kalender akademik kkn juga semester8, jadi saya tidak menunda, tetapi menjalankan sesuai waktunya, dan insyaAllah saya tidak akan terlambat lulus bu.

Itulah salah satu konsekuensi dari setiap pilihannya. Menjelaskan dan memahamkkan orangtua tentang pilihan-pilihannya yang tidak biasa, ya, tapi itulah pilihannya.
Tapi, apakah anak kecil itu lantas mengabaikan akademiknya, amanah orangtuanya? TIDAK… dia faham, bahwa amanah orangtuanya pun ladang dakwah, akademikpun dapat sebagai sarana dakwah kepada obyek dakwah yang berbeda, kepada obyek dakwah yang lebih luas, diapun mengoptimalkannya. Menjaga prestasi akademik, menuntaskan amanah dakwah secara bersamaan dan seimbang, memang susah dan membutuhkan energi yang besar, waktu yang banyak dan fikiran yang berat, tapi itulah pilihannya.
Sampai saat ini, semoga anak kecil itu masih setia dengan pilihannya. Yang dapat kita doakan, semoga dia dapat istiqomah dijalan dakwah, hingga jannah.

Setiap orang besar, pasti mengalami hal-hal besar, ujian-ujian besar, beban-beban yang besar, dan membutuhkan energi dan usaha yang besar untuk mencapainya, tapi mengikhlaskan diri untuk memantaskan diri menjadi orang-orang yang luar biasa dan hebat dengan tidak memilih pilihan yang biasa.

 Sebuah lilin yang berkelip menyala pasti padam juga ketika telah habis sumbu dan teruap minyaknya
Tetapi lihat saja, dia tak pernah kehilangan apappun ketika berbagi apinya, menyalakan lilin-lilin lain

Dalam dekap ukhuwah, begitulah kenikmatan berbagi dengan umur kita yang fana, dengan kekayaan tak seberapa mungkin saja banyak sesama yang bisa ikut bercahaya

Bahkan dengarkanlah ad-Darani, lelaki yang banyak berbagi “suatu waktu” katanya, “sedang kusuapi salah seorang saudaraku dan tiba-tiba kurasakan makanan itu lezat dikerongkonganku”
Begitulah dalam dekap ukhuwah, berbagi adalah keajaiban
(Salim A. Fillah, dalam dekapan ukhuwah)


Special untuk teman-teman yang menginginkan menjadi orang besar, tetapi masih dibingungkan dengan pilihan-pilihan. Jangan berpathok pada pilihan anak kecil itu, tapi tentukan sendiri pilihanmu, yang tepat dengan kebutuhan dakwah disekitarmu.