Tanya: Serem euy ada
anank usia 12 th kecanduan gadget dan selalu mengunci diri di kamarnya. Kalau
dia lapar dia akan teriak-teriak mintanya. Gak akan keluar kamar.
Teh fufu :
Ini yang perlu diterapi utamanya ortunya dulu.
Yang ngasih gadget kan ortunya. Sekarang anaknya udah
kecanduan bermasalah, kok pengen anaknya aja yang diterapi
Ortunya minta maaf ke anaknya,
luangkan banyak waktu sama anak. Kalau yang udah mengurung diri, biasanya udah
terpapar pornografi, biasanya yaa.
Gadget itu yang ada layarnya.
Apapun yang ada layarnya. Mau dibilang anti radiasi atau apapun. Selama itu
ngasih kontn audio visual bergerak, layaknya screen tv. Untuk anak usia 2 tahun
pertama tidak direkomendasikan.
Anak usia 2 tahun pertama itu
matanya belum sempurna untuk menangkap pantulan cahaya warna-warni dengan
kecepatan cahaya yang belum bisa ditolerir matanya. Itulah lama-kelamaan bisa
merusak matanya, lebih jauh ngaruh ke perkembangan otaknya. Kalau usia diatas 2
tahun, boleh tapi dibatasi, buat kesepakatan. Kalau saya sih seminggu sekali
pun jarang. Paling banter liat video gak pernah lebih dari 10 menit. Udah deh.
Tanya : Duh saya
bingung nih the anak saya kemaren udah lepas hp. Trus pas saya dirawat 1
minggu, anak kan dititipin di eyangnya. Dan biar anteng dikasih kartun youtube
sama budhe dan om nya. Alhasil sekarang suka lagi pegang hp, mau tidur pun
maksa liat film kartun di hp
Teh fufu
: Ini usia berapa?
Kalau mau ikut #Enlightening Parenting dan banyak pakar
ilmiah lain di bidang teknologi, anak usia 2 tahun pertama itu tidak boleh
terpapar screentime apapun. Bahkan mainan kekinian yang dijual jutaan itu pun
gak boleh. Dalam buku mendidik anak di era digital, dijelaskan sampai ke
kerusakan otaknya.
Waktu sebelum ikut PSPA abah ihsan dulu. Usia setahunan saya
masih kasih emil lihat ipad. Dulu dikasih lagu-llaguan gitu jug abaca story
book yang ada di aplikasi. Efeknya ya itu tantrum.
Pas udah ikut PSPA abah, langsung terapi gadget ekstrim. No
screentime at all dan itu perjuangannya luar biasa. Tapi ya itu, ortunya harus
TEGA(S). lama-lama ngikutin sendiri, lebih tenang, lebih pandai memanage emosi
dia, dan utamanyajadi lebih skillfull, karena mainnanya ya mainan beneran, sama
baca buku.
Alhamdulillah klo awim itu baru kenal screentime pas udah
diatas 2 tahun, itupun jarang banget. Cuma liat foto di hp. Jdi mencegah itu
memang benar lebih mudah dari mengobati.
Tanya: Usia 2,5 th.
Solusinya gmn ya ?
Teh fufu:
Minta maaf dulu the. Secara spesifik. Anak usia 2,5th udah bisa
banget untuk memahami maksud kita.
“kakak, maaf ya selama ini ngasih kakak nonton terus.
Padahal ini tidakk baik, bisa merusak mata juga. Maaf bunda terlalu sibuk sampe
sering membuat kakak merasa kesepian. Mulai sekarang, kita banyakin main aja
yuk! Gimana kalau kita bebikinan? Kita main ini yuk! Kita baca buku yuk!
Anak-anak itu kenapa lebih tertarik sama gadget, karena
ortunya membosankan. Tidak menyenangkan, tidak seperti gadget yang seru buat
mereka. Sama saja kan kayak kita kenapa lebih suka asyik di sosmed, karena
selalu ada hal baru, gak membosankan atau untuk menghindari konflik dengan
pasangan, hehe.
Tanya: kalau usia 6
tahun, solusinya gmn?
The fufu:
Usia 6 tahun bisa dikenalkan tanggung jawab. Tetapi tidak boleh kasih gadget
sendiri. Sebaiknya udah lulus konsep kepemilikan usia dini.
Dia udah paham: ini punya aku, ini bukan punya aku. Ini
punya bunda, kalau aku mau ya pinjam dulu. Ini punya ayah jadi aku perlu ikut
aturan ayah dalam pemakaiannya. Kalau kita mau cium dia ijin juga.
Diajarin cara meminjam, bertanggung jawab, punya jadwal sreentime
nya. Nggak disetiap waktu mereka bisa lihat.
Kalau ala EP juga PSPA abah, kasih gadget itu mulai baligh,
berarti sekitar usia 14 tahun.
Anak2 yang sudah tau soal
kepemilikan, gak akan pernah tantrum hanya karena gak dikasih screentime.
Karena tahu hp itu punya ayah ibunya. Laptop punya ayah ibunya. Kalau mereka
mau lihat foto atau video mereka, mereka akan minta ijin. Kalau tidak diijinkan
yaudah. Kecuali di beberapa waktu, missal sebulan sekal, saat ayah sudah janji
memperbolehkan nonton film kesukaan mereka, janji itu perlu ditepati. Kalau
kitanya gak pernah bohong sama mereka. Gak pernah mengiming-ngimingi tapi gak
jadi. Mereka akan ikut aturan.
Biasanya ortu yang memberikan
apapun keinginan anak itu seringkali pelampiasan rasa bersalah dia. Tak bisa
memenuhi hak anak yang lain. Missal waktu kebersamaan.
Kang canun: menolak keinginan
anak itu bukan pertanda kita gagal kok. Sebaliknya memenuhi segala keinginan
anak bukan berarti juga kita jadi ortu sukses. Sesekali, biarkan anak belajar
menerima penolakan, karena penolakan is common in daily life, right?
Tanya: anak saya 3,5th kemaren bilang
pengen dibeliin hp kayak temen-temennya. Soalnya tiap maen kerumah temennya,
temennya selalu difasilitasi hp sama mamanya sampai punya hp pribadi. Kadang
anak saya dikasih pinjam juga. Jadi tiap saya suruh pulang karna waktunya makan
atau istirahat itu jadi susah banget diajaknya. Kadang sampai tantrum dan drama
banget. Soalnya dirumah jarang dikasih lihat hp. Kemaren dikomporin tetangga
buat mbeliin sendiri. Solusinya gmn ya teh?
teh fufu: kalau saya tipe ibu yang ekstrim
di 7 tahun pertama. Anak tidak boleh terpapar value melanggar prinsip yang
sudah kami tanamkan. Jadi saya gak pernah kasih anak-anak main ke rumah
temannya.
Main itu boleh milih:
1.
Main diluar bareng temen-temennya, yang masih
bisa terjangkau ibunya. Kedengaran dari rumah
2.
Main bareng di rumah kami
Kami udah breafing semua anak-anak tetangga yang
main ke rumah. Yang bawa hp, simpen aja dulu hpnya. Ucapin salam, beresin
mainan lagi, berkata sopan, mainannya
berbagi dan gentian, dsbg.
Anak 3,5th udah minta gadget sendiri itu perlu
digali dalam. Apa yang suka dia lihat sama temen-temennya, sampai berani minta
sama ortunya. Hp lhoo, hp, bukan mainan atau buku yang diminta
Tanya: kalau yang
dilihat sebatas kartun teh. Mintanya juga karena kepengen aja, temennya punya
dia juga pengen punya. Anak saya tipe “pengenan” kadang kalau
yangdiinginkan udah sama kayak temennya
ya udah, mulai bosan dan dilupain gitu. Ganti obyek lainnya.
the Fufu:
kalau kata abah ihsan, jawabnya gini:
“masa kita orangtua yang dewasa mau ditakhlukan anak. Kita
lah yang harus menakhlukan anak”
Itulah kenapa berani TEGA(S).
karena demi kebaikan mereka. Bentuk sayang kita kepada mereka.
Tanya: sepupu saya
ada yang kecanduan gadget parah banget. Sampai ortu dan neneknya lebih milih anak diem main gadget dari pada
lari-larian
Tanggapan: ini mindset kebanyakan orang kali ya teh. Saya udah gak
punya urat malu kalo anak-anak di ruang public lari-larian. Asal gak gangguin
orang. Missal lagi nungguin saya control ke dokter. Anak diajak main di ruang
tunggu yang ada di taman.
Tanya: share waktu
terapinya emil dong teh?
teh fufu: Terapinya ekstrim, beneran ggak dikasih ipad lagi.
Karena gadget juga yang bikin emil telat
bicara. Emil baru bisa ngomong usia 20
bulan. jadi banyakin interaksi, anak usia dibawah 2 tahun masih bisa
dialihkan. Dalam arti saat dia inget, ajakin main, alihkan sama kegiatan lain.
Di beberapa waktu. Terutama saat ayah ibunya pegang hp atau ipad, woaaah itu
drama banget tantrum pengen lihat ini itu. Tapi ya demi sukses terapinya,
simpen gadget lalu focus sama dia.
Perlahan kasih tau repetisi tentang kepemilikan. Tentang
kenapa ayah dan ibu bolh punya gadget, emil belum dulu.itu berulang hampir tiap
hari diingetin. Menghargai kepemilikan dia. Saat ibunya mau minum punya dia
inta izin. Lama-lama dia akan paham dan ngerti konsep kepemilikan seperti apa.
Sampai bisa lepas banget pas pnya adek, karena banyak diajak main sama adeknya.
Saya ajak kegiatan bareng adeknya. Makin teralihkan.
Sekarang kalau saya tanya, emil mau nggak punya hp seperti
temen2 emil (tetangga ada yang anaknya usia 6 tahun sudah punya hp sendiri).
Emil jawabnya,” nggak, emil nggak butuh hp. Hp itu nanti kalau sudah tinggi
(maksudnya dewasa).
Tanya: kalau boleh
tau teteh bilang apa ke emil saat pegang hp?
Teh fu:
lagi menulis, lagi urusan bisnis, lagi jualan. Karen itu kerjannya.
Ini bisa jadi bahan diskusi.
Dulu pas awal, emil tanya jualan itu apa, kenapa jualan, dsbg. Diceritakan
pelan-pelan sejujurnya mungkin. Tentang konsep rezeki berbagi, bertahan hidup,
dsbg. Anak-anak itu kalau diajak diskusi ngerti kok, seriusan. Lama-lama emil
malah bilang, “ nanti kalau emil udah besar, emil mau jualan buku juga deh
kayak ayah ibu” hahaha
Tanya: kalau gadget
untuk usia anak SMP gmn teh? Temen aku baru sharing kalau dia galau mau kasih
gadget ke anaknya pas masuk SMP nanti. Mau gak dikasih tapi anaknya butuh. Dikasih
dianya takut nanti jadi aneh-aneh.
teh Fufu; usia baligh teh, sudah bisa
bertanggung jawab. Jelaskan briefingnya, aturan dsbg. Termasuk punishment saat
melanggar, dsbg.
Kang canun: kebutuhan anak sama gadget coba dilist
dulu. Dan mememnuhi kebutuhan anak sama gadget, mengharuskan dirinya untuk
memilikinya kah?
tanya: anak tetangga
saya dari umur setahun sudah punya hp pribadi teh
tanggapan: kalau kata
abah ihsan “tinggal tunggu tanggal mainnya” sereeeem
kang canun:
anak anteng secara fisik, tapi jiwanya bergejolak luar biasa.
Beberapa peneliti ngasih fenomena yang ditunjukinini namanya
popcorn brain. Ketika otak anak iverstimulated, impuls2 listrik pada otak
berlebih, sehingga otak meletup-letup mirip masak popcorn.
Dan ini terjadi sekali dengan anak yang asyik berjam-jam
dengan gadget, yang konten gadgetnya islami semua sekalipun yaa. Apalagi kalau
ditambah dengan konten yang tidak mendukung.
Kalau pernah liat anak SMA minta motor ke ortu sambil ngancem
“mah beliin motor, kalau gak gua bakar rumah ini!!”
pernah dengar yang mirip2. Nah itu karena ketik anak minta
sambil tantrum, malah diturutin. Dan terbiasa dengan pola itu. Tantrumnya bocah
ngerajuk mint amah masih “lucu” kan ya, kalau udag gede maah, amit-amit.
Kalau anak-anak minta sambil tantrum ya jangan dikasih. Kan
untuk meminta ada adabnya J
Missal minta coklat, gak dikasih makin ngamuk. “ waah,
caanya minta gini ya nak? Hamdallah ayah makin yakin untuk gak ngasih coklat.
Silahkan guling2 satu mall satu putaran sambil teriak-teriak minta coklat nak,
makin ayah yakin gak akan ayah kasih”
Kalau udah tenang, bilaang.
“kak kalau mau beli coklat, belilah sendiri”.
Punya uang?
Ooh gak punya, jadi minta sama ayah kan?
Nah kalau missal adek mau minta makanan sama kakak tapi adek ambil
teriak-teriak, kakak suka?
Ooh gak suka..
Samaaa
Kalau kakak mau minta, bilang baik-baik
Kalau berbicara perilaku, ada satu prinsip penting bahwa semua orang bertindak yang terbaik menurut
versinya. Nah problemnya adalah
ketika seseorang terbatas referensi pilihan do the best nya.
Maka orang yang mencuri, mengancam. Itu yang terbaik
versinya, terbaik yang kepikiran dalam kepalanya.
Ini kenapa belajar itu penting. Yang belajar akan Allah
angkat derajatnya, terlihat dari bagaimana ia merespons atas suatu kejadian.
Small people talks
about people, alias menggosip.
Average people talks
about events.
Great people talks about idea. Kalaupun nngomongin people and events,
selalu nyari ibrohnya.
Tanya: the gimana
kalau kondisi kami LDM dan hanya bisa komunikasi videocall jam2 tertentu. Jam ketika anak
bangun, sehingga mau gak mau tetep terpapar gad get. untuk mainan atau lihat
video sih saya batasi. Tapi pas videocall sama ayahnya gak mungkin dibatasi?
Kang canun:
gak pa2 kan enggak 60 menit terus-terusan kan?
Screentime diatas 2 tahun, justru yang dianjurkan adalah
screentime interaksi seperti ini, seperti videocall begini, bukan nonton
youtube, dll. Karen usia 2—7 tahun itu optimalisasi interaksi.
Karena salah satu kekhawatiran
peneliti tentang gadgeting itu, membuat
anak kaku untuk berinteraksi. Social skillnya menurun. Cuma kuantitas
vidoecallnya perlu diperhatikan.
Tanya: anak saya
specchdelay teteh, dulu karena aku gak tau masalah screentime. Terapinya dengan
baca buku sampai akhirnya saya jualan buku, buat beli buku juga. Tiap hari
minta maaf sama anak. Kosakata anak saya nambah kalau pas dibacain buku pas mau
tidur.
Tanggapan: anak saya
usia 21 bulan baru lancer bicara, pas ayahnya cuti kerja cepet banget perkembangannya.
Sebelumnya komunikasi saya dan anak malem aja, karena saya kerja.
Tanggapan: video youtube, tv,
hafiz smart, dll yang ada screentime, ukan masalah boleh atau tidak bolehnya.
Tetapi:
1. Bermanfaat tidak?
2. Jika bermanfaat, durasinya bagaimana?
3. Mengganggu aktivitas yang penting gak?
(gerak, fisik, dll)
Makan nasi boleh gak? Boleh,
halal. Tapi kalau makan nasi seember sekali makan? Haram.
-abah ihsan-