Cari Blog Ini

Senin, 30 Januari 2012

amanah


Ketika kamu  meminta amanah maka Allah akan mempersulit, tapi ketika Amanah itu diberikan maka Allah akan mempermudah
Memang jika ditanya memang bukan kita yang meminta amanah. Amanah itu tiba-tiba datang dan menghinggapi kita, meminta semua kekebasan yang saat ini mungkin sudah sangat sedikit, harus kembali terkurangi dengan adanya amanah. Mengurangi kebebasan kita dalam beraktivitas, beristirahat, dalam berjuang meraih cita-cita akademik yang sudah terlanjur tersusun rapi dan indah. Amanah mengurangi kebebasan kita untuk senantiasa melepas rindu kepada keluarga tercinta di kampung halaman.
Amanah memang berat, bahkan gunung dan alam ini pun menolak, hanya manusia yang menyanggupinya.
Datangnya suatu amanah pada diri kita pun pasti bukan tanpa sebab, ia datang bersama keyakinan orang-orang disekitar kita yang sudah menganggap kita mampu untuk memikulnya, ia datang bersama cita-cita dan harapan besar dari saudara-saudara kita untuk dapat melanjutkan dan meningkatkan perjuangan dalam pembangunan umat ini, dan yang pasti ia datang dengan seijin sang Pemilik Kehendak, Allah ta’ala.
Pilihan itu untuk dipertanggungjawabkan
Jika kita sudah memilih untuk menerima menjalankan amanah, usahakan kita dapat mengerjakan dan mengusahakan seluruh kemampuan yang kita miliki untuk menjalankan amanah tersebut.
Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.
(QS. Al- Fath:10)