Cari Blog Ini

Rabu, 29 Oktober 2014

UGM merupakan kampus yang majemuk, kompleks, baik dari karakter mahasiswanya, corak budayanya, pemikirannya, maupun gerakan dan organisasi yang berkembang di dalamnya. Keadaan ini dibutuhkan berbagai perlakuan yang berbeda-beda berdasarkan karakteristiknya dalam mewujudkan terimplemetasinya nilai-nilai islam dalam lingkungan kampus UGM ini. Perbedaan perlakuan ini juga membutuhkan berbagai tahapan yang berbeda dalam menyikapi kondisi ini.
Da’wah kampus bukan hanya membuat kegiatan keislaman dengan berpusat di masjid saja, apapun kegiatan kita dapat digunakan untuk sarana da’wah kampus. Dunia kampus yang dipenuhi dengan berbagai karakter masyarakat di dalamnya. Masyarakat kampus yang terutama dinamisnya sikap mahasiswa menuntut adanya suatu wadah untuk menjaring sikap kritis dan progresif. Media penyaluran inspirasi dan kontribusi nyata mahasiswa dalam perbaikan dan control social masyarakat. Kampus yang di dalamnya terdiri dari berabagai agama dan keyakinan membuat sangat dibutuhkannya sarana untuk senantiasa sebagai media penguatan aqidah dan untuk optimalisasi fungsi pelayanan dan syiar keislaman kepada seluruh masyarakat kampus. Dunia kampus yang merupakan tempatnya para intelektual muda untuk senantiasa memberikan solusi untuk problematika masyarakat. Dan fungsi mahasiswa yang berperan dalam mewujudkan ketahanan Negara dan pengentasan kemiskinan.
                Begitu banyaknya peran kampus yang dapat kita optimalkan dalam proses da’wah kampus, semakin menuntut kreatifitas kita dalam membuat inovasi dan membaca celah peluang ekspansi da’wah kampus.
                Sebagai seorang mahasiswa, dan penggerak da’wah segala kegiatan dan tingkah laku kita pasti tak akan lepas dari segala bentuk pemantauan dan perhatian masyarakat kampus. Keaktifan kita di kelas dan keseriusan kita dalam berbagai kegiatan akademik dapat digunakan sebagai salah satu sarana syiar kita, dan membuktikan bahwa kita bukan orang yang main-main dalam berjuang dalam da’wah, dengan bukti nyata pada tanggung jawab kita terhadap amanah akademik kita.
                Sikap disiplin dan jujur, merupakan sikap penting yang juga harus dimiliki seorang penggerak da’wah. Berusaha jujur akan kemampuan dan keterbatasan diri, dengan tidak mencontek dan titip tanda tangan, merupakan bukti nyata.
                Sebagai seorang akademisi dan penggerak da’wah yang senantiasa berinovasi, senantiasa membaca peluang-peluang untuk menambah kebermanfaatan diri dengan menambah ekspansi da’wah kita, dengan berusaha membumikan kalimat Allah dimana pun berada, tak luput seperti kantin, laboratorium, perpustakaan, bahkan tempat nongkrong.
                Dan yang terpenting dalam segala hal yang dilakukan untuk da’wah dimanapun berada, tak terkecuali da’wah kampus yaitu menjaga KEBAROKAHAN da’wah, baik berasal dari cara, maupn prosesnya. Tetap menjaga batasan-batasan syariah, merupakan hal semakin pudar dari para penggerak da’wah itu sendiri.
Perkembangan zaman yang semakin cepat, menuntut para penggerak da’wah pun dapat melakukan pengembangan dalam proses da’wah, dan hal ini tak kan luput dengan tuntutan untuk senantiasa penambahan dan penguatan kapasitas penggerak da’wah tersebut. Tradisi belajar dan mengajarkan yang harus senantiasa dijaga dan dioptimalkan untuk mencari solusi untuk permasalahan umat.
                Tarbiyah (pendidikan) adalah suatu proses yang menumbuhkan sesuatu setahap demi setahap hingga mencapai batas kesempurnaannya. Berdasarkan makna tumbuh dan berkembang tersebut, Abdurrahman Al-Bani mengambil empat unsure penting dalam pendidikan
1.       Menjaga dan memelihara fitrah objek didik
2.       Mengembangkan bakat dan potensi objek didik sesuai dengan kekhasan masing-masing
3.       Mengarahkan potensi dan bakat tersebut agar mencapai kebaikan dan kesempurnaan, dan
4.       Dilakukan secara bertahap
Proses pendidikan yang membutuhkan waktu tidak cepat, membutuhkan energi yang tidak sedikit dan membutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Kita perlu refleksi sejenak, tentang sudahkah kita tarbiyah?
1.       Kita sudah tarbiyah jika kita terbuka terhadap perubahan
2.       Kita sudah tarbiyah jika mampu bersikap tegas dan menghindarkan diri dari sikap agresif
3.       Kita sudah tarbiyah jika kita menjadi pribadi yang proaktif
4.       Kita sudah tarbiyah jika menjadi pribadi yang memiliki sikap mawas diri
5.       Kita sudah tarbiyah jika menjadi pribadi yang mandiri
6.       Kita sudah tarbiyah jika kita adalah sosok yang berperasaan, tetapi tidak emosional
7.       Kita sudah tarbiyah jika kita sanggup belajar dari kesalahan
8.       Kita sudah tarbiyah jika hidup di masa sekarang, bersikap realistis, dan berpikir relatif
Suatu hal yang berperan penting dalam banyak hal adalah orientasi, termasuk juga dalam tarbiyah. Orientasi menentukan seberapa ‘nilai’ diri kita hari ini dan bahkan menentukan seberapa jauh kita akan beranjak dari titik dimana kita berada hari ini. Bagaimana dan kemana seorang kader akan bergerak dengan tarbiyah, sebagiannya ditentukan oleh orientasinya terhadap tarbiyah pada hari ini.
Orientasi kita hari ini berpengaruh pada isi atau value kita hari ini dan Orientasi kita hari ini berpengaruh pada masa depan kita.
Sebuah kegagalan jika orientasi kita didominasi oleh sebagian dan mengabaikan sebagian yang lain. Karena, jika dominasi dipegang oleh pihak yang agak aktif maka kelompok agak aktif akan mendefinisikan pihak-pihak yang cukup aktif sebagai tidak aktif dan mendefinisikan kelompok aktif sebagai terlalu aktif. Demikian pula akan terjadi hal yang sama jika dominasi terjadi oleh pihak yang lain.
Orientasi menuntut keterlibatan segenap kita pada pembentukan orientasi itu sendiri. Pada hal yang bersifat orientasi, kita semua semestinya ikut terlibat secara aktif. Pengingkaran dan pengabaian sebagian pada sebagian yang lainnya dalam sebuah komunitas akan berakibat pada tidak utuhnya orientasi kita terhadap sesuatu. Keterlibatan secara massif menjadi penting. Mulai sekarang tampaknya kita harus belajar mempertajam pemahaman mengenai berbagai perbedaan. Karena keberhasilan adalah fungsi dari pembelajaran.

BUFFALO AS A CANDIDATE FOR MILK PRODUCTION: STUDY RURAL FARM PERFORMANCE IN CENTRAL JAVA AND SPECIAL REGION OF YOGYAKARTA


ABSTRACT
BUFFALO AS A CANDIDATE FOR MILK PRODUCTION: STUDY RURAL FARM PERFORMANCE IN CENTRAL JAVA AND SPECIAL REGION OF YOGYAKARTA

Tridjoko Wisnu Murti1 and Linaf Listarif1
1Faculty of Animal Science, Gadjah Mada University, Jl. Agro-Karangmalang I, Yogyakarta 55281, Indonesia

            In Indonesia, almost totally milk produced of dairy cattle of FH breed (black-white spot) due still ignore other types of dairy animals. This study aims to examine the buffalo potential as a candidate for milk production by studying rural farm performance in central Java and special region of Yogyakarta. This research used multiphase sampling method with primary data and secondary data. The data were analyzed with descriptive analysis. The result showed that population of buffaloes in 2012 is 1.438.294 head, almost buffaloes reared are swamp buffaloes. The respondents have primary jobs as farmers (78,79%), and using buffalo to plow rice fields (48.48%) as well as saving (51,51%). Some farmers (28,59%) knowing buffalo can be milked and yielding of milk, but still failing milking for lack of knowledge and education farmers. Performance of buffaloes farming that controlled are buffaloes stall, reproduction and feed. Two type buffaloes stall are used, individual and group stall with the size 4 m2/head. Buffalo’s reproduction performance showed that S/C is 1.76 and age of first time foal are 3.98 years old. Nutritional value of feed given as did not meet the nutritional needs for feed buffaloes. Buffalo has a high economic value for farmers with an average savings of Rp 25.941.176/farmers. The potential development of dairy cattle Buffalo, will help enhance the economic value of the breeder. Material milk solids buffalo (17,1 %), higher than dairy cattle (12.69 %), of valuable more expensive than the dairy cattle for each tail.The buffalo as of ruminants potentially as a candidate milk-producing, but there are still some problems to make it.

Keywords: buffalo, potential, milk production, rural farmer performance

Kenalilah


Entrepreneur atau yang sering dikenal sebagai pengusaha bukanlah hanya suatu profesi, tapi sebuah  karakter. Karakter yang tersusun dari pola pelatihan kemampuan secara terus-menerus. Bukan hanya berbicara tentang menjual produk namun juga memahami tujuan yang kita miliki dan beranilah berbeda. Ibarat orang naik mobil, kita pasti akan sampai jika kita mengetahui dengan pasti tempat yang dituju. dalam menuju tempat yang dituju jangan biasakan melewati jalan tol, tapi carilah jalan-jalan alternatif. Walaupun sempit, sunyi, terkadang banyak lubang dan badan mobil harus rela untuk tergores dahan pohon yang menjulang ke jalan, namun jalan itu tak banyak pemakainya. Biasakan melalui kesulitan yang kadang sering dihindari orang lain, namun kesulitan itulah yang menguatkan. Walaimpiupun jalan alternatif tersebut semakin sulit janganlah berbalik arah dan mundur menyerah. Tetap mencari jalan-jalan alternatif yang baru yang tetap membawamu menuju tujuan akhirmu. Tanpa keduanya, pasti akan banyak yang tumbang dalam pencarian akan mimpi menjadi entrepreneur.

Sumpah Pemuda

Berbagi sedikit celotehan, semoga bermanfaat
1. hai pemuda apa maknamu tentang ‪#‎SumpahPemuda‬
2. tatanan kata yg luar biasa, hingga membangkitkan darah juang bangsa #SumpahPemuda
3. namun, masihkah membekas semangat itu #sumpahPemuda
4. cukupkah hal itu hanya dimaknai dengan rangkaian ceremonial dan rutinitas belaka #sumpahPemuda
5. lagu2 yg katanya perjuangan, diskusi yg katanya cari solusi, aksi yg katanya menunjukkan jati diri,, sudahkah menambah rindu?? #SumpahPemuda
6. Rindu, rindu untuk berperan, rindu untuk memberi manfaat, rindu untuk membangun bersama #SumpahPemuda
7. Rindu untuk turut bersama mengambil peran unt perbaikan bangsa #SumpahPemuda
8. Perbaikan, ya dimulai dg perbaikan dri sendiri & lakukan yg trbaik, jgn tersulut unt membenci aplagi mencaci #SumpahPemuda
9. bgi yg sudah berhasil mengendalikan emosi diri, berilah selamat pd dri anda akn kemenangan anda #SumpahPemuda
10. dan sgralah berlari unt kemenangan2 yg mengindahkan slanjutnya #SumpahPemuda
11. krn kini saatnya beraksi, saatnya memberi berprestasi yg pasti, dan bukan unt dri sendiri #SumpahPemuda
12. selamat hari #SumpahPemuda dan SEGERALAH BERAKSI


sumber twitter @linaf_lista