Cari Blog Ini

Jumat, 31 Agustus 2018

Bahaya gadget untuk anak-anak

Tanya: Serem euy ada anank usia 12 th kecanduan gadget dan selalu mengunci diri di kamarnya. Kalau dia lapar dia akan teriak-teriak mintanya. Gak akan keluar kamar.
Teh fufu : Ini yang perlu diterapi utamanya ortunya dulu.
Yang ngasih gadget kan ortunya. Sekarang anaknya udah kecanduan bermasalah, kok pengen anaknya aja yang diterapi
Ortunya minta maaf ke anaknya, luangkan banyak waktu sama anak. Kalau yang udah mengurung diri, biasanya udah terpapar pornografi, biasanya yaa.
Gadget itu yang ada layarnya. Apapun yang ada layarnya. Mau dibilang anti radiasi atau apapun. Selama itu ngasih kontn audio visual bergerak, layaknya screen tv. Untuk anak usia 2 tahun pertama tidak direkomendasikan.
Anak usia 2 tahun pertama itu matanya belum sempurna untuk menangkap pantulan cahaya warna-warni dengan kecepatan cahaya yang belum bisa ditolerir matanya. Itulah lama-kelamaan bisa merusak matanya, lebih jauh ngaruh ke perkembangan otaknya. Kalau usia diatas 2 tahun, boleh tapi dibatasi, buat kesepakatan. Kalau saya sih seminggu sekali pun jarang. Paling banter liat video gak pernah lebih dari 10 menit. Udah deh.
Tanya : Duh saya bingung nih the anak saya kemaren udah lepas hp. Trus pas saya dirawat 1 minggu, anak kan dititipin di eyangnya. Dan biar anteng dikasih kartun youtube sama budhe dan om nya. Alhasil sekarang suka lagi pegang hp, mau tidur pun maksa liat film kartun di hp
Teh fufu : Ini usia berapa?
Kalau mau ikut #Enlightening Parenting dan banyak pakar ilmiah lain di bidang teknologi, anak usia 2 tahun pertama itu tidak boleh terpapar screentime apapun. Bahkan mainan kekinian yang dijual jutaan itu pun gak boleh. Dalam buku mendidik anak di era digital, dijelaskan sampai ke kerusakan otaknya.
Waktu sebelum ikut PSPA abah ihsan dulu. Usia setahunan saya masih kasih emil lihat ipad. Dulu dikasih lagu-llaguan gitu jug abaca story book yang ada di aplikasi. Efeknya ya itu tantrum.
Pas udah ikut PSPA abah, langsung terapi gadget ekstrim. No screentime at all dan itu perjuangannya luar biasa. Tapi ya itu, ortunya harus TEGA(S). lama-lama ngikutin sendiri, lebih tenang, lebih pandai memanage emosi dia, dan utamanyajadi lebih skillfull, karena mainnanya ya mainan beneran, sama baca buku.
Alhamdulillah klo awim itu baru kenal screentime pas udah diatas 2 tahun, itupun jarang banget. Cuma liat foto di hp. Jdi mencegah itu memang benar lebih mudah dari mengobati.
Tanya: Usia 2,5 th. Solusinya gmn ya ?
Teh fufu: Minta maaf dulu the. Secara spesifik. Anak usia 2,5th udah bisa banget untuk memahami maksud kita.
“kakak, maaf ya selama ini ngasih kakak nonton terus. Padahal ini tidakk baik, bisa merusak mata juga. Maaf bunda terlalu sibuk sampe sering membuat kakak merasa kesepian. Mulai sekarang, kita banyakin main aja yuk! Gimana kalau kita bebikinan? Kita main ini yuk! Kita baca buku yuk!
Anak-anak itu kenapa lebih tertarik sama gadget, karena ortunya membosankan. Tidak menyenangkan, tidak seperti gadget yang seru buat mereka. Sama saja kan kayak kita kenapa lebih suka asyik di sosmed, karena selalu ada hal baru, gak membosankan atau untuk menghindari konflik dengan pasangan, hehe.
Tanya: kalau usia 6 tahun, solusinya gmn?
The fufu: Usia 6 tahun bisa dikenalkan tanggung jawab. Tetapi tidak boleh kasih gadget sendiri. Sebaiknya udah lulus konsep kepemilikan usia dini.
Dia udah paham: ini punya aku, ini bukan punya aku. Ini punya bunda, kalau aku mau ya pinjam dulu. Ini punya ayah jadi aku perlu ikut aturan ayah dalam pemakaiannya. Kalau kita mau cium dia ijin juga.
Diajarin cara meminjam, bertanggung jawab, punya jadwal sreentime nya. Nggak disetiap waktu mereka bisa lihat.
Kalau ala EP juga PSPA abah, kasih gadget itu mulai baligh, berarti sekitar usia 14 tahun.
Anak2 yang sudah tau soal kepemilikan, gak akan pernah tantrum hanya karena gak dikasih screentime. Karena tahu hp itu punya ayah ibunya. Laptop punya ayah ibunya. Kalau mereka mau lihat foto atau video mereka, mereka akan minta ijin. Kalau tidak diijinkan yaudah. Kecuali di beberapa waktu, missal sebulan sekal, saat ayah sudah janji memperbolehkan nonton film kesukaan mereka, janji itu perlu ditepati. Kalau kitanya gak pernah bohong sama mereka. Gak pernah mengiming-ngimingi tapi gak jadi. Mereka akan ikut aturan.
Biasanya ortu yang memberikan apapun keinginan anak itu seringkali pelampiasan rasa bersalah dia. Tak bisa memenuhi hak anak yang lain. Missal waktu kebersamaan.
Kang canun: menolak keinginan anak itu bukan pertanda kita gagal kok. Sebaliknya memenuhi segala keinginan anak bukan berarti juga kita jadi ortu sukses. Sesekali, biarkan anak belajar menerima penolakan, karena penolakan is common in daily life, right?
Tanya: anak saya 3,5th kemaren bilang pengen dibeliin hp kayak temen-temennya. Soalnya tiap maen kerumah temennya, temennya selalu difasilitasi hp sama mamanya sampai punya hp pribadi. Kadang anak saya dikasih pinjam juga. Jadi tiap saya suruh pulang karna waktunya makan atau istirahat itu jadi susah banget diajaknya. Kadang sampai tantrum dan drama banget. Soalnya dirumah jarang dikasih lihat hp. Kemaren dikomporin tetangga buat mbeliin sendiri. Solusinya gmn ya teh?
teh  fufu: kalau saya tipe ibu yang ekstrim di 7 tahun pertama. Anak tidak boleh terpapar value melanggar prinsip yang sudah kami tanamkan. Jadi saya gak pernah kasih anak-anak main ke rumah temannya.
Main itu boleh milih:
1.       Main diluar bareng temen-temennya, yang masih bisa terjangkau ibunya. Kedengaran dari rumah
2.       Main bareng di rumah kami
Kami udah breafing semua anak-anak tetangga yang main ke rumah. Yang bawa hp, simpen aja dulu hpnya. Ucapin salam, beresin mainan  lagi, berkata sopan, mainannya berbagi dan gentian, dsbg.
Anak 3,5th udah minta gadget sendiri itu perlu digali dalam. Apa yang suka dia lihat sama temen-temennya, sampai berani minta sama ortunya. Hp lhoo, hp, bukan mainan atau buku yang diminta
Tanya: kalau yang dilihat sebatas kartun teh. Mintanya juga karena kepengen aja, temennya punya dia juga pengen punya. Anak saya tipe “pengenan” kadang kalau yangdiinginkan  udah sama kayak temennya ya udah, mulai bosan dan dilupain gitu. Ganti obyek lainnya.
the Fufu: kalau kata abah ihsan, jawabnya gini:
“masa kita orangtua yang dewasa mau ditakhlukan anak. Kita lah yang harus menakhlukan anak”
Itulah kenapa berani TEGA(S). karena demi kebaikan mereka. Bentuk sayang kita kepada mereka.
Tanya: sepupu saya ada yang kecanduan gadget parah banget. Sampai ortu dan neneknya lebih  milih anak diem main gadget dari pada lari-larian
Tanggapan: ini mindset kebanyakan orang kali ya teh. Saya udah gak punya urat malu kalo anak-anak di ruang public lari-larian. Asal gak gangguin orang. Missal lagi nungguin saya control ke dokter. Anak diajak main di ruang tunggu yang ada di taman.

Tanya: share waktu terapinya emil dong teh?
 teh fufu: Terapinya ekstrim, beneran ggak dikasih ipad lagi. Karena gadget  juga yang bikin emil telat bicara. Emil baru bisa ngomong usia 20  bulan. jadi banyakin interaksi, anak usia dibawah 2 tahun masih bisa dialihkan. Dalam arti saat dia inget, ajakin main, alihkan sama kegiatan lain. Di beberapa waktu. Terutama saat ayah ibunya pegang hp atau ipad, woaaah itu drama banget tantrum pengen lihat ini itu. Tapi ya demi sukses terapinya, simpen gadget lalu focus sama dia.
Perlahan kasih tau repetisi tentang kepemilikan. Tentang kenapa ayah dan ibu bolh punya gadget, emil belum dulu.itu berulang hampir tiap hari diingetin. Menghargai kepemilikan dia. Saat ibunya mau minum punya dia inta izin. Lama-lama dia akan paham dan ngerti konsep kepemilikan seperti apa. Sampai bisa lepas banget pas pnya adek, karena banyak diajak main sama adeknya. Saya ajak kegiatan bareng adeknya. Makin teralihkan.
Sekarang kalau saya tanya, emil mau nggak punya hp seperti temen2 emil (tetangga ada yang anaknya usia 6 tahun sudah punya hp sendiri). Emil jawabnya,” nggak, emil nggak butuh hp. Hp itu nanti kalau sudah tinggi (maksudnya dewasa).
Tanya: kalau boleh tau teteh bilang apa ke emil saat pegang hp?
Teh fu: lagi menulis, lagi urusan bisnis, lagi jualan. Karen itu kerjannya.
Ini bisa jadi bahan diskusi. Dulu pas awal, emil tanya jualan itu apa, kenapa jualan, dsbg. Diceritakan pelan-pelan sejujurnya mungkin. Tentang konsep rezeki berbagi, bertahan hidup, dsbg. Anak-anak itu kalau diajak diskusi ngerti kok, seriusan. Lama-lama emil malah bilang, “ nanti kalau emil udah besar, emil mau jualan buku juga deh kayak ayah ibu” hahaha
Tanya: kalau gadget untuk usia anak SMP gmn teh? Temen aku baru sharing kalau dia galau mau kasih gadget ke anaknya pas masuk SMP nanti. Mau gak dikasih tapi anaknya butuh. Dikasih dianya takut nanti jadi aneh-aneh.
teh  Fufu; usia baligh teh, sudah bisa bertanggung jawab. Jelaskan briefingnya, aturan dsbg. Termasuk punishment saat melanggar, dsbg.
Kang canun: kebutuhan anak sama gadget coba dilist dulu. Dan mememnuhi kebutuhan anak sama gadget, mengharuskan dirinya untuk memilikinya kah?
tanya: anak tetangga saya dari umur setahun sudah punya hp pribadi teh
tanggapan: kalau kata abah ihsan “tinggal tunggu tanggal mainnya” sereeeem
kang canun: anak anteng secara fisik, tapi jiwanya bergejolak luar biasa.
Beberapa peneliti ngasih fenomena yang ditunjukinini namanya popcorn brain. Ketika otak anak iverstimulated, impuls2 listrik pada otak berlebih, sehingga otak meletup-letup mirip masak popcorn.
Dan ini terjadi sekali dengan anak yang asyik berjam-jam dengan gadget, yang konten gadgetnya islami semua sekalipun yaa. Apalagi kalau ditambah dengan konten yang tidak mendukung.
Kalau pernah liat anak SMA minta motor ke ortu sambil ngancem “mah beliin motor, kalau gak gua bakar rumah ini!!”
pernah dengar yang mirip2. Nah itu karena ketik anak minta sambil tantrum, malah diturutin. Dan terbiasa dengan pola itu. Tantrumnya bocah ngerajuk mint amah masih “lucu” kan ya, kalau udag gede maah, amit-amit.
Kalau anak-anak minta sambil tantrum ya jangan dikasih. Kan untuk meminta ada adabnya J
Missal minta coklat, gak dikasih makin ngamuk. “ waah, caanya minta gini ya nak? Hamdallah ayah makin yakin untuk gak ngasih coklat. Silahkan guling2 satu mall satu putaran sambil teriak-teriak minta coklat nak, makin ayah yakin gak akan ayah kasih”
Kalau udah tenang, bilaang.
“kak kalau mau beli coklat, belilah sendiri”.
Punya uang?
Ooh gak punya, jadi minta sama ayah kan?
Nah kalau missal adek mau minta makanan sama kakak tapi adek ambil teriak-teriak, kakak suka?
Ooh gak suka..
Samaaa
Kalau kakak mau minta, bilang baik-baik

Kalau berbicara perilaku, ada satu prinsip penting bahwa semua orang bertindak yang terbaik menurut versinya.  Nah problemnya adalah ketika seseorang terbatas referensi pilihan do the best nya.
Maka orang yang mencuri, mengancam. Itu yang terbaik versinya, terbaik yang kepikiran dalam kepalanya.
Ini kenapa belajar itu penting. Yang belajar akan Allah angkat derajatnya, terlihat dari bagaimana ia merespons atas suatu kejadian.
Small people talks about people, alias menggosip.
Average people talks about events.
Great people talks about idea. Kalaupun nngomongin people and events, selalu nyari ibrohnya.
Tanya: the gimana kalau kondisi kami LDM dan hanya bisa komunikasi  videocall jam2 tertentu. Jam ketika anak bangun, sehingga mau gak mau tetep terpapar gad get. untuk mainan atau lihat video sih saya batasi. Tapi pas videocall sama ayahnya gak mungkin dibatasi?
Kang canun: gak pa2 kan enggak 60 menit terus-terusan kan?
Screentime diatas 2 tahun, justru yang dianjurkan adalah screentime interaksi seperti ini, seperti videocall begini, bukan nonton youtube, dll. Karen usia 2—7 tahun itu optimalisasi interaksi.
Karena salah satu kekhawatiran peneliti tentang gadgeting itu,  membuat anak kaku untuk berinteraksi. Social skillnya menurun. Cuma kuantitas vidoecallnya perlu diperhatikan.
Tanya: anak saya specchdelay teteh, dulu karena aku gak tau masalah screentime. Terapinya dengan baca buku sampai akhirnya saya jualan buku, buat beli buku juga. Tiap hari minta maaf sama anak. Kosakata anak saya nambah kalau pas dibacain buku pas mau tidur.
Tanggapan: anak saya usia 21 bulan baru lancer bicara, pas ayahnya cuti kerja cepet banget perkembangannya. Sebelumnya komunikasi saya dan anak malem aja, karena saya kerja.
Tanggapan: video youtube, tv, hafiz smart, dll yang ada screentime, ukan masalah boleh atau tidak bolehnya. Tetapi:
1.       Bermanfaat tidak?
2.       Jika bermanfaat, durasinya bagaimana?
3.       Mengganggu aktivitas yang penting gak? (gerak, fisik, dll)
Makan nasi boleh gak? Boleh, halal. Tapi kalau makan nasi seember sekali makan? Haram.
-abah ihsan-

Tidak ada komentar: