Cari Blog Ini

Senin, 25 Juni 2018

Belajar melakukan kesalahan



Judul yang aneh. Ya, mungkin banyak yang bertanya tentang judulnya. Mengapa kita harus belajar untuk melakukan kesalahan, padahal kita sudah terbiasa untuk berlomba-lomba berusaha sekuat tenaga agar menjadi benar, baik benar dengan sebenar-benarnya ataupun sampai yang berbahaya, agar terlihat benar.
Padahal tidak ada yang salah dengan kesalahan, toh kita ini manusia, yang memang memiliki keterbatasan sehingga sangat banyak berpeluang melakukan kesalahan.

Begitu banyak buku, seminar motivasi training, dan berbagai artikel yang mengajarkan kita agar bertindak benar, memilih yang benar dan hal-hal yang benar lainnya. Namun satu hal yang karang dilupakan, kita mengetahui kebenaran karena kita juga mengetahui kesalahan, sehingga kita bisa memilih dengan tepat. Begitu banyak orang besar, yang justru banyak belajar dari kesalahan mereka, sehingga bisa bangkit dan berusaha menjadi lebih baik. namun kenapa kita justru tabu ketika membahas tentang kesalahan. Yap bukan, membahas bukan untuk membuka aib ataupun hanya untuk bahan olok-olok. Namun kesalahan yang tak disengaja atau tak disadari telah kita lakukan. Banyak dari kita yang justru menutupi kesalahan kita dengan mencari pembelaan-pembelaan, atau justru malah menyalahkan orang lain. Karena yang terpenting saat kita berbuat salah adalah menyadari dan menerima kalau kita memang manusia biasa, yang lemah dan sangat bisa untuk salah. Kemudian sampaikan secara jujur dan tulus permintaan maaf atas keslahan kita, dan bersegera untuk mencari solusi untuk memperbaiki kesalahan. Untuk meminimalisir resiko kesalahan yang telah kita buat atau bahkan untuk mencari peluang kebaikan dari kesalahan.

Bersikap biasalah dengan orang yang berbuat salah, namun jangan membiasakan berbuat salah.
Orang yang pernah berbuat salah bukanlah orang yang hina, asalkan terus belajar dan berbenar atas kesalahan yang pernah dilakukan, agar tidak mengulangi kesalahan tersebut. Kebijaksaan berawal dari penyikapan kesalahan dengan baik.

Trust me its works
Yogyakarta, 9 Sya’ban 1439

Tidak ada komentar: