Setuju gak?
Tapi bukan berarti setiap kita mempunyai masalah kita tanpa usaha
Yap menyerahkan masalah kita kepada dzat yang pasti bisa menyelesaikannya secara sempurna, dan tambahlah kemanfaatan diri dengan membantu sesama, membantu mecoba mengurangi beban atau membantu menyesaikan masalah saudara kita.
Masalah sendiri aja susah, apalagi sok-sokan untuk mbantu nyelesain masalah orang lain?
Pertanyaan yang pasti akan terlontar. Sebenarnya yang sedang kita bahas disini adalah mengefesiensikan waktu kita dengan memperbanyak kemanfaatan diri, daripada kita terlalu lama berkutat dengan masalah yang membelit kita dan sebenarnya solusinya pun kita juga tidak tau, maka gunakan untuk menambahkan kemanfaatan kita untuk berusaha meringankan beban orang lain, atau bahkan juga mengajak orang lain agar juga mau menyerahkan masalahnya kepada sang pemberi solusi, dan menyibukkan dirinya dengan memberikan kemanfaatan diri yang lebih kepada orang lain.
Berarti kita nggak amanah dong, termasuk putus asa kah itu?
Menurut kalian gimana?
Ingat masalah berbeda dengan tugas atau kewajiban. Masalah adalah jika terdapat ketidaksesuaian antara idealisme kita dengan realita yang terjadi di lapangan, jadi bukan amanah, tugas atau bahkan kewajiban yang sudah diserahkan kepada kita. Amanah, tugas dan kewajiban kita tetap harus kita laksanakan sebaik dan seoptimal mungkin sesuia dengan kemampuan kita, baru setelah kita melaksanakan dengan sekuat tenaga namun hasil yang kita dapatkan belum sesuia dengan ingin kita, serahkanlah semuanya pada Allah ta’ala. Karena hanya Dialah yang paling mengerti kemampuan kita, kebutuhan kita, dan yang terbaik untuk kita.
Saat kecewa akan suatu hasil, ingat kembali seberapa kuatkah usaha kita dan sudahkah kita menyerahkan masalah kita padaNya??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar